Iklan



Redaksi
Sabtu, 28 Desember 2019, 14:44 WIB
Last Updated 2020-11-27T12:19:57Z
LintasnewsTersengat Listrik

Pekerja Instalasi Telkom di Sidrap Tewas Tersengat Listrik

Advertisement

LINTASNEWS.ONLINE, SIDRAP -- Salah seorang pekerja tenaga instalasi tiang optik Telkom, Sulaiman (27) yang terdata sebagai warga Bola Eppae, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, akhirnya menemui ajal saat menjalankan tugasnya.

Penyebabnya adalah, korban yang baru seminggu menjadi pekerja di perusahaan plat merah itu, kesetrum listrik pada saat memasang tiang optik PT Telkom di Desa Carawali, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, Sabtu pagi (28/12/2019) sekira pukul 10.00 Wita.

Menurut penuturan Kapolsek Baranti, IPTU Muh Tang, korban bersama 2 orang temannya yang lain yaitu, Alimuddin dan Dg Nyonri masih sempat selamat, walaupun kerduanya juga mengalami luka bakar pada bagian tangan dan dada.


Sedangkan Sulaiman, kata Kapolsek Muh Tang, masih hidup, namun upaya untuk menyelamatkan korban, rupanya Allah berkehendak lain yang akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada saat akan diturunkan ke Puskesmas Manisa, Kecamatan Baranti untuk mendapatkan pertolongan.

Dijelaskannya, korban bersama dua orang temannya bermaksud memasukkan tiang Telkom tersebut kelobang yang telah digali sebelumnya, namun tiang tersebut menyentuh aliran kabel listrik milik PLN yang bertegangan tinggi.

“Untuk masalah ini, personel Polsek Watang Pulu sementara menangani kasus yang menimpa 3 orang tenaga kerja PT Telokm, karena lokasinya berada diwilayah hukum Polsek Wagang Pulu, cuma kebetulan perawatan korban dan kedua rekannya yang lain di tangani di wilayah hukum Polsek Baranti,” ujar IPTU Muh Tang yang dikonfirmasi melalui ponselnya sesaat lalu.

Sementara itu, mertua korban, Irase yang dihubungi terpisah mengaku merasa kaget dan sedih dengan nasib yang dalami menantunya yang saat ini telah dikaruniai dua orang anak dari basil perkawinannya dengan Armina (17) itu.

“Kasian anak mantu saya pak, tujuannya mencari sesuap nasi untuk membiayai kedua anak dan Isterinya, namun tuhan berkata lain yang telah meninggalkan kami untuk selamanya,”ujar Irase didampingi isteri korban, Armina yang tidak mampu menyembunyikan rasa sedihnya itu.