Iklan



Redaksi
Minggu, 14 Juni 2020, 14:53 WIB
Last Updated 2020-11-27T12:19:51Z
Banjir BandangBulukumbaLintasDaerah

Banjir Bandang di Bantaeng, Ribuan Rumah Warga Rusak

Advertisement


LINTASNEWS.ONLINE, SINJAI -- Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, mengatakan BPBD Kabupaten Bantaeng telah membantu para warga terdampak banjir untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Beberapa tempat pengungsian tersebut adalah Gedung Muhammadiyah (PDM) Jalan Raya Lanto sebanyak 35 orang, Masjid Jami Tangnga 2 sebanyak 35 orang, SD Inpres Tappajeng sebanyak 25 orang.

Kemudian Masjid Nurul Yaqin di Jalan Bangau ada 20 orang, Musala BRI Cabang di Jalan Kartini ada sebanyak 20 orang, Gedung PGRI Lamalaka ada 25 orang, Masjid Cabodo di Jalan Pahlawan sebanyak 30 orang dan Posko Induk COVID-19 sebanyak 5 orang.

Data yang diperbarui oleh BPBD Kabupaten Bantaeng, wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Pallantikang, Kelurahan Tappanjeng, dan Kelurahan Malilingi di Kecamatan Bantaeng.

Selain itu, Kelurahan Bonto Rita, Kelurahan Bonto Sunggu, Kelurahan Bonto Atu, Kelurahan Bonto Lebang dan Desa Bonto Jai di Kecamatan Bissappu dan Desa Bonto Majannang di Kecamatan Sinoa.

Selain itu, banjir juga menyebabkan satu jembatan sepanjang 10 meter di Kampung Kaili rusak dan tidak dapat digunakan. Jalan akses lingkar selatan Kabupaten Bantaeng terputus sepanjang 40 meter di Kamp Kaili, ruas jalan Para-para dan Pandang-Pandang rusak tertimbun tanah longsor sepanjang kurang lebih 200 meter sehingga tidak dapat digunakan.

Kemudian ruas jalan Batayya 1 dan Batayya 2 terjadi patahan dan tertimbun longsor sepanjang kurang lebih 1 kilometer. Cekdam Balang Sikuyu jebol dan patah pada sayap sebelah selatan sepanjang kurang lebih 30 meter, talud jembatan nasional Sungai Panaikang rusak sepanjang 15 meter.

Tanggul Sungai Balang Sikuyu rusak kurang lebih 500 meter di Gaergea. Adapun akibat dari kerusakan tersebut juga membuat beberapa ruas jalan tidak dapat dilalui kendaraan dan harus dialihkan.

“Sementara ini masih dilaporkan adanya pemadaman listrik dan air bersih belum mengalir di beberapa tempat,” kata Raditya Jati, yang kutip dari media Makassar Terkini, Minggu (14/6/2020)

Kerugian mencapai kurang lebih Rp 25 miliar untuk 2.333 rumah yang mengalami kerusakan baik rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan.

Pasca Banjir Bandang, Wakil Bupati Jeneponto Terus Salurkan Bantuan
Kemudian kerugian kurang lebih Rp 4 miliar untuk Pasar Baru, Rp 2 miliar diperkirakan untuk kerugian di pertokoan sekitar jalan Mangga dan jalan Manggis.

Kerugian senilai Rp 2 miliar lainnya dari fasilitas perkantoran yang mengalami kerusakan. Hingga sejauh ini tim BPBD Kabupaten Bantaeng telah melakukan upaya-upaya penanganan bencana bersama tim gabungan Seperti TNI dan Polri, Basarnas, Pemadam Kebakaran, Tagana, Brigade Siaga Bencana, PMI, Ormas, Pemerintah Daerah setempat dan relawan.

“Berdasarkan laporan yang diterima hingga saat ini, sejumlah air sudah surut di beberapa titik lokasi,” pungkasnya