Iklan



Redaksi
Jumat, 24 Juli 2020, 00:12 WIB
Last Updated 2020-11-27T12:19:48Z
LintasDaerahSyaharuddin Alriftanaman Porang

Syaharuddin Alrif Sosialisasi Budidaya Porang

Advertisement
Panen Tanaman Porang, di Bendoro, Kecamatan Wattang Sidenreng
Panen Tanaman Porang, di Bendoro, Kecamatan Wattang Sidenreng
LINTASNEWS.ONLINE, SIDRAP -- Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Sosialisasi Budidaya Porang dan Bantuan KUR Pertanian di Lahan Perkebunan Porang Desa Talumae, Kecamatan Wattang Sidenreng, Sidrap, Kamis (23/7/2020).

Budidaya Sosialisasi Budidaya Porang dan Kur Pertanian ini di hadiri oleh Staf Ahli Kementerian RI, Ir Luthfi Halide MP, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Dr. Sarwo Edhy, SP, MM, Direktur Pembiayaan Pertanian, Ir. Indah Megahwati, MP, Direktur Akabi, Ir.Amiruddin Pohan M.Si, Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI PUSAT, Bambang Setyatmojo, Group Head Asuransi Pertanian, Mikro Dan Program Pemerintah,.Mochamad Fauzi Ridwan, Sekretaris Koperasi HKTI, Annisa Lifta, S.T.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, H Syaharuddin Alrif, mengatakan membudidayakan Tanaman Porang, merupakah salah cara untuk merubah pola Menset para petani yang dulunya bisa menjadi luarbiasa.

Dengan Budidaya Tanaman Porang, Masyarakat akan lebih sejahtera karena tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan, karena punya peluang yang cukup besar untuk diekspor.

Jadi untuk itu, kata Syaharuddin Alrif mengajak kepada seluruh masyarakat untuk membudiyakan Tanaman Porang. Mengenai bibit Tanaman Porang tersebut itu bisa kita dapatkan melalui Dana Kur

Sementara Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Dr. Sarwo Edhy, SP, MM sangat mensuppor dengan hadirnya Perkebunan Budidaya Tanaman Porang tersebut.

"Dengan adanya, Budidaya Porang masyarakat bisa sejahtera dengan hasil menjanjikan," kata Dr Sarwo

Mengenai Bibit Tanaman Porang, Pihak BNI akan memfasilitasi warga dengan Dana Kur berupa bibit tanpa persyaratan yang ribet. BNI ikut berpartisipasi dalam mengawal dalam mensejahterakan ekonomi para petani.