Iklan



Redaksi
Senin, 26 Oktober 2020, 16:20 WIB
Last Updated 2020-12-15T02:10:13Z
KESEHATANOPINITERKINI

Ajak Si Anak Berwisata di Tengah Pandemi, Apa Aman?

Advertisement
Ilustrasi, (int)


LINTASNEWS.ONLINE -- Terus berada di rumah selama lebih dari 7 bulan ini pasti membuat semua orang bosan, tak terkecuali si kecil. Biasanya, setiap weekend atau setiap kali ada hari libur, Bunda dan keluarga pasti mengajak si kecil berlibur ke suatu tempat. Namun, kegiatan tersebut harus tertunda karena pandemi.


Meskipun Bunda pasti masih memiliki kekhawatiran akan terpapar virus Corona, tapi kini Bunda bisa mencoba untuk membuat suasana baru dengan liburan atau staycation agar si kecil tak bosan.


Bunda juga bisa sedikit lega karena kini pemerintah juga mulai menerapkan kebijakan-kebijakan agar sektor pariwisata segera bangkit. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan di tempat wisata.


"Pemerintah juga akan terus mengeluarkan kebijakan untuk membantu sektor pariwisata agar dapat bangkit kembali," papar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam keterangan media HaiBunda, Senin (26/10/2020).


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memang telah menyiapkan berbagai dukungan demi mendorong pemulihan industri pariwisata. Dukungan ini disediakan melalui kerja sama dengan kementerian dan lembaga lain.


Beberapa program dan rencana yang telah disiapkan antara lain restrukturisasi kewajiban perbankan/non perbankan, program penjaminan kredit UKM & Koperasi, program penempatan uang negara pada Bank Himbara dan Bank BPD.


Selain itu, ada juga relaksasi pajak untuk wajib pajak terdampak pandemi COVID-19, subsidi pembebasan biaya tetap listrik, pinjaman daerah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur, BLT pekerja formal melalui BPJS dan juga BLT Usaha Mikro dan Kecil.


Di sisi lain, pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) segera mengimplementasikan Dana Hibah Pariwisata sebesar Rp 3,3 triliun untuk menjaga keberlangsungan ekonomi khususnya pada sektor pariwisata. Hibah yang akan disalurkan ke 101 daerah kabupaten dan kota ini akan dilaksanakan hingga Desember 2020.


"Dengan adanya Hibah Pariwisata 2020 ini, diharapkan dapat membantu peningkatan pelaksanaan protokol kesehatan di destinasi sehingga tercipta rasa aman dan nyaman bagi wisatawan sekaligus membantu industri pariwisata agar dapat bertahan," imbuhnya.


Sementara itu, secara kumulatif distribusi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) per 19 Oktober 2020 sudah mencapai Rp344,43 triliun atau hampir separuh dari total anggaran sebesar Rp695,2 triliun. Hingga akhir tahun, ditargetkan penyerapan anggaran dapat bertambah minimal Rp100 triliun.


Nah, dari sini, Bunda bisa mengajak si kecil untuk liburan atau staycation di hotel tempat destinasi wisata. Agar lebih aman, tetap terapkan protokol kesehatan di mana pun Bunda berada, ya. (*)