Iklan



Redaksi
Minggu, 20 Desember 2020, 01:59 WIB
Last Updated 2020-12-19T17:59:33Z
NASIONALREGIONAL

Presiden Jokowi Minta diademin itu Isi Konten Sosmed

Advertisement


LINTASNEWS.ONLINE, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdialog mengenai komunikasi publik di Indonesia yang berjaring di media sosial( medsos). Jokowi minta supaya medsos diisi konten adem nan reda di tengah pandemi Corona (COVID-19).


Hal itu diutarakan Jokowi saat membuka Muktamar IX PPP yang disiarkan dalam akun YouTube Setpres, Jumat (8/ 12/ 2020).


Jokowi bicara di hadapan kandidat PPP yang ikut dihadiri Plt Ketum PPP Soeharso Monoarfa dan Menko Polhukam Mahfud Md.


"Dengan konektivitas luring dan daring yang terus menjadi efektif, kita bisa meningkatkan komunikasi antarumat yang tersebar di semua Indonesia, di seluruh Tanah Air, untuk menyebarkan Islam wasathiyah, menyebarkan kesegaran dan ketenangan, meningkatkan toleransi dalam perbedaan dan keanekaragaman, dan memperkokoh persatuan dalam keberagaman," tutur Jokowi dikutip dari Media detik.


Konektivitas yang tersambung ke semua pelosok negeri bisa menyebarkan inovasi untuk mengakselerasi kualitas sumber energi orang. Tujuannya merupakan untuk menghadapi tantangan perubahan dunia.


Lewat konektivitas wujud dan digital, kita bisa memberi pengalaman dalam menciptakan wilayah, dalam membuat desa. Terdapat 514 kabupaten/ kota, 34 provinsi, 75 ribu desa yang tersebar di seluruh Tanah Air. Kita bisa berbagai inspirasi buat meningkatkan inovasi. 


Kita dapat mengakselerasi mutu SDM di semua pelosok Nusantara. Negeri harus penuh dengan perubahan, kompetisi, hiper- kompetisi, antarnegara antarperusahaan, antarindividu yang betul- betul wajib kita simak hari perhari," tuturnya.


Untuk itu, Jokowi berharap agar semua anak negeri bisa memenuhi kebutuhan jaringan, baik di medsos maupun gerbang lainnya dengan keadaan yang berguna. Cegah informasi hoaks dan tutup ujaran kebencian.


Eksploitasi prasarana buat perihal yang positif itu wajib kita aktifkan supaya ruang ini tidak diisi oleh pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab. Kita wajib aktif memuat pemberitaan di medsos dengan keteduhan, dengan kesegaran, dan kita pula wajib menjelaskan informasi yang tidak betul, informasi hoaks, dan menutup banyaknya ujaran kebencian buat kita saling menghormati sesama anak bangsa, kerabat sebangsa dan setanah air," ucapnya.


Lembaga pendidikan umum ataupun madrasah yang tersebar di semua Tanah Air, informasi yang aku punya terdapat 28 ribu ponpes. Kita wajib saling memberi, saling bertugas sama, untuk memperkokoh fondasi Pancasila di golongan anak didik serta santri. Untuk memperluas wawasan serta tingkatkan keterampilan supaya anak didik dan santri kita mempunyai kepribadian keindonesiaan yang kuat," lanjut Jokowi.


Jokowi kembali bicara soal kesejukan dikala pandemi di momen berbeda, di halaman berikutnya:


Jokowi kemudian kembali berdialog kesejukan di tengah pandemi Corona serta menghindari provokasi dan ujaran kebencian. Ceramah Jokowi itu di informasikan Menko PMK sekaligus Mensos angkatan darat(AD) interim Muhadjir Effendy.


"Ditengah era pandemi COVID- 19 ini, janganlah diisi dengan hal- hal yang meresahkan warga atau membuat berita- berita yang membidik pada ujaran kebencian ataupun bertabiat provokasi yang bisa membidik pada disintegrasi bangsa," tutur Muhadjir pada Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional di akun YouTube Pemprov Sulut, Sabtu( 19/ 12/ 2020).


Tepat di Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Jokowi berharap sifat gotong- royong warga terbangun untuk mengatasi dampak COVID- 19. Adanya semangat kebersamaan itu, Jokowi menilai permasalahan bangsa dapat ditanggulangi.


Melalui momentum Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 2020, aku menginginkan kiranya bisa menggugah kesadaran kita bersama, peduli, memberi, gotong- royong dalam menanggulangi akibat COVID-19. 


"Aku percaya apabila hal itu dilaksanakan dan jadi adat, maka kita bisa menghadapi tantangan serta permasalahan bangsa," ucap Muhadjir


Pemerintah pula mengamanatkan pada warga buat konsisten menaati aturan kesehatan. Dengan begitu, warga telah berfungsi dalam penangkalan COVID- 19.


Senang tidak senang, saat ini kita dihadapkan pada kebiasaan baru yang mewajibkan kita ke mana- mana senantiasa memakai masker, bawa hand sanitizer, sering membersihkan tangan, senantiasa melindungi stamina badan, juga pola hidup sehat serta bersih, dan isolasi bila terserang dampak COVID- 19," tutur Muhadjir (red)