Iklan



Redaksi
Sabtu, 12 Desember 2020, 04:05 WIB
Last Updated 2020-12-12T04:39:11Z
BUDAYA

Ternyata Gua Kelelawar Cabbeng'e di Sidrap, Tempat Persembunyian Para Pejuang Jaman Dulu

Advertisement


LINTASNEWS.ONLINE, SIDRAP -- Goa Kelelawar yang didalamnya banyak satwa kelelawar yang bersarang di sana. Goa Kelelawar itu terdapat di Dusun Maddenra Kecamatan Kulo Kabupaten Sidrap yang bertempat di Taman wisata Alam Cabbenge dengan posisi koordinat S 03 46 605", E 119. 47 762 dengan ketinggian di atas dataran laut sekitar 90 m ternyata menyimpan banyak Potensi


Menurut Staff Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan serta Pariwisata, Bakhtiar Said, SS berkata jarak tempuh posisi terowongan itu dari pemukiman masyarakat di dusun Maddenra dekat 3 km( Kilometer) ke arah timur dengan memasuki areal hutan lindung Taman rekreasi Alam Maddenra Kulo dengan kondisi alam yang lumayan menarik serta masih asli kedamaian biota darat baik tumbuh- tumbuhan ataupun satwanya.


Goa Kalelawar ini berlatar belakang histori beberapa orang penduduk setempat dan petugas pemerintah menuturkan kalau gua itu dulu kerap digunakan sebagai tempat perlindungan para pejuang kita dalam mengadakan perlawanan kepada pemerintah Belanda serta pemerintah pendudukan Jepang.


Benar situasinya sangat strategis dan sangat tersembunyi bagaikan tempat yang aman dari sasaran tentara Belanda serta Jepang, terlebih bila terdapat serbuan udara yang dilancarkan tentara Jepang sebab di daerah itu tidak terlalu jauh dai pangkalan tentara Jepang ialah pangkalan udara tentara Jepang di Malimpung, Kabupaten Pinrang.


Bila diamati dari udara memanglah sulit ditemukan karena mulut gua itu terletak di dasar akar pohon yang besar yang usianya sudah ratusan tahun dan nyaris tertutup oleh pangkal tumbuhan.


Bentuk mulut lubang Lanjut Bactiar berbentuk segi 3 dengan diameter dekat 2, 7 m dan jalur masuknya mengarah ke dasar turun seperti tangga. Bila diamati dari mulut gua seperti sempit namun setelah masuk kedalam ternyata luas dengan banyak ruang yang berpetak- petak, didalamnya ada stalaktik dan stalaktik yang tidak sangat jauh seperti gua lain pada umumnya.


Batuan disekitar gua itu merupakan batuan kaars atau kapur seperti batu karang. Pada dasarnya tempat itu menyimpan potensi yang besar untuk dunia wisata serta budaya dan bila ditiliti dari kerangka sejarah maka tempat itu bisa didata untuk registrasi cagar budaya di wilayah ini dan kami lagi mengolah datanya, mudah- mudahan terdapat perbuatan lanjutnya dalam pengembangan obyek itu," pungkasnya.