Sejumlah Personil Satpol PP Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Warga


 

Sejumlah Personil Satpol PP Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Warga

Sabtu, 09 Januari 2021, 22:48


LINTASNEWS.ONLINE, KUPANG -- SDNM, warga Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan sejumlah anggota Polisi Pamong Praja (Pol PP) ke kepolisian setempat. 


Hal itu dibenarkan oleh Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan perempuan (26) tahun itu melaporkan anggota Pol PP karena dianiaya menggunakan kayu. 


"Korban melapor karena dianiaya oknum anggota Pol PP, korban mengalami luka memar pada di tangan kanan dan lengan kanan. Memar di wajah bagian hidung, kening kanan dan pipi kanan," ungkap Krisna, Sabtu (9/1/2021). 


Krisna menambahkan kejadian ini terjadi pada Jumat (8/1/2021) malam, sekitar pukul 22.00 Wita awalnya ketika SDNM mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi DK 6534 KAY. 


Korban dibonceng oleh temannya bernama RGB dari arah jembatan Payeti menuju Pos Lantas Kota. Tiba di depan bengkel Padolo, mereka melihat ada razia dari TNI dan Pol PP. 


"Keduanya mendengar teriakan dan berhenti dari arah kanan dan kiri jalan lalu menepi secara perlahan-lahan,"kata Krisna. 

Saat itu juga, dari arah kanan korban beberapa oknum pol PP tiba-tiba menganiaya korban dengan cara memukul menggunakan kayu sebanyak empat Kali.


Korban hanya bisa melindungi diri dengan mengangkat kedua tangan dan menutup wajah korbannya.


Usai dianiaya, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Imanuel untuk mendapat perawatan medis dan visum. 


kini Keluarga korban tak terima baik yang menimpa keluargany lalu mendatangi Mapolres Sumba Timur untuk membuat laporan polisi. 


Korban dan keluarganya, sempat dibawa oleh piket Polres Sumba Timur ke kantor Satpol PP untuk mediasi secara kekeluargaan. 


Dianiaya Tetapi, tidak ada titik temu untuk damai, sehingga korban mengambil keputusan agar kasus ini diproses secara hukum. 


"Pengakuan korban, pada saat itu dirinya memakai masker. Sedangkan temannya tidak mengunakan masker dengan benar karena hanya diikat di bawah dagu," kata Krisna. 


Menurut pengakuan korban, yang memukulnya adalah oknum anggota Pol PP karena pakaian yang dikenakan adalah pakaian Pol PP yakni hijau lumut muda," sambung dia. 


Kasus ini, kata Krisna, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh anggota Satuan Reskrim Polres Sumba Timur. (red)


TerPopuler