Iklan



Redaksi
Senin, 22 Maret 2021, 16:48 WIB
Last Updated 2021-03-22T08:48:34Z
PERISTIWAREGIONAL

Tercebur di Kolam, Balita ini Meninggal Dunia

Advertisement
Ilustrasi. (Int)


LINTASNEWS.ONLINE, KLATEN -- Orang tua dihimbau untuk tetap menjaga sibuah hatinya meskipun mereka bermain dirumah, anak itu perlu Pengawasan saat bermain. 


Jika tidak dilakukan pengawasan itu bisa membahayakan bagi anak-anak. Seorang balita, HSF (1) warga Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten meninggal dunia setelah tercebur kolam renang di rumahnya. 


Korban tenggelam saat bermain di kolam milik keluarga yang ada di dalam rumahnya.


Kapolsek Polanharjo AKP Nurwadi mengatakan korban pertama kali ditemukan ibunya berinisial RD (32). Saat ditemukan kondisi sudah tidak sadarkan diri di kolam.


"Kondisi korban saat ditemukan itu sudah tidak sadarkan diri, lalu kemudian langsung di larikan ke RS PKU Muhammadiyah Delanggu untuk tindakan medis. namun usaha yang dilakukan hanya sia-sia karena  sudah dinyatakan meninggal dunia," jelas Nurwadi, Senin (22/3/3021).


Nurwadi menambahkan kolam renang TKP tenggelamnya korban berbentuk bak persegi dengan ukuran sekitar 2X3 meter. Ketinggian kolam renang berkeramik itu sekitar setengah meter.


Ukurannya Ketinggian kolam tersebut hanya 0,5 meter. Orang tua korban pada saat kejadian lagi bekerja dan semua orang dewasa yang berada di dalam rumah sedang sibuk beraktivitas korban diduga kurang mendapat pengawasan.


Diduga korban bermain di area kolam renang tanpa pengawasan sehingga korban balita saat tenggelam tidak tertolong.


Dikutip dari pantauan detikcom di rumah duka, sejumlah kerabat masih berada di halaman usai pemakaman. 


Kasi Pelayanan Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Agus Tundo, mengatakan kolam renang itu berada di dalam rumah korban.


Kejadiannya di dalam kolam yang ada di dalam rumah sendiri," ungkap Kasi Pelayanan Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Agus Tundo


Agus menyebut peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan pada saat itu, perangkat desa sudah berada di kantor dan terdengar keributan dari rumah korban.


Setelah mendengar teriakan, kita keluar, ternyata korban sudah dibawa ke Bu Yatmi, bidan depan balai desa kemudian diteruskan ke RS PKU Muhammadiyah Delanggu tetapi meninggal.


Setelah korban dinyatakan meninggal, jenazah korban langsung dibawa pulang. Balita ini dimakamkan sehabis sholat zuhur. (red)