Iklan



Redaksi
Selasa, 18 Mei 2021, 21:11 WIB
Last Updated 2021-05-18T13:11:12Z
DAERAHREGIONAL

Sekda Sidrap : Masyarakat Belum Bisa Terima PBM Berbasis Daring secara Full

Advertisement
Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap, Sudirman Bungi


LINTASNEWS.ONLINE, SIDRAP -- Masa Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh Indonesia dan khususnya di Kabupaten Sidrap, Pendidikan sangat terpengaruh bahwa sistem pendidikan saat ini berubah total dari belajar tatap muka berubah menjadi Pembelajaran online yaitu Daring.


Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap, Sudirman Bungi mengatakan sistem pendidikan saat beda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu Pembelajaran melalui sistem Daring. Namun hingga saat ini, masyarakat utamanya orang tua siswa yang hingga saat ini belum bisa terima Proses Belajar Mengajar (PBM) Berbasis secara full.


Hal itu terbukti, ada beberapa kendala-kendala yang terjadi sejak dimulainya PBM Berbasis Daring terutama di Daerah-daerah terpencil yang tidak bisa diterjangkau jaringan Internet.


Dari sisi kesiapan infrastruktur tentunya siswa harus mempersiapkan beberapa alat belajar seperti Laptop, Handphone Android. Ini merupakan memakan biaya yang cukup mahal. 


Lanjut Sudirman Bungi, bahwa PBM itu bukan hanya teori transper materi namun ada hal yang harus dilakukan dalam PBM harus diutamakan transper nilai-nilai sosial bagaimana anak-anak itu berinteraksi, bersosialisasi, berkomunikasi sosial, menunjukkan rasa respek dan menghargai orang lain.


Tentunya hal itu, tidak bisa terakomodir melalui PBM Berbasis Daring. Hal itu bisa terlaksana jika PBM itu berbasis Tatap muka. 


"Sehingga saya berpendapat bahwa PBM Berbasis Tatap muka itu masih sangat dibutuhkan," kata Sudirman Bungi.


Untuk mengantisipasi hal ini dimasa Pandemi Covid-19 ini, kita berupaya melakukan uji PBM Tatap Muka dengan mematuhi peraturan protokol kesehatan sejak bulan April 2021.


Uji coba PBM Tatap muka itu dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Sidrap dengan menerapkan protokol kesehatan dengan mempersiapkan Cuci Tangan, Menjaga Jarak dan memakai Masker. 


Selama PBM ini dilakukan isi ruang kelas hanya 50 persen. Sistem pembelajaran terbagi dua yaitu dalam sehari. Ada yang masuk pagi, ada juga yang masuk siang. 


Dari sistem pembelajaran tatap muka yang diberlakukan itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga mengamati apakah Kasus Covid-19 itu bertambah atau tidak. 


Selama dua bulan terakhir ini, setelah dilakukan pengamatan PBM Tatap muka dengan Prokes dan persetujuan orang orang. Tidak ada pengaruh yang peningkatan Kasus Covid-19 signifikan. 


Hal membuktikan PBM Tatap Muka Terbatas itu aman sehingga kita melakukan PBM Tatap Muka Terbatas disemua sekolah dengan persetujuan orang tua serta menerapkan Prokes Covid-19 yang ketat.


"Jadi semua sekolah sudah buka dan melakukan PBM Tatap Muka yang dilengkapi dengan prokes Covid-19 yang ketat," kata Sudirman Bungi.


Bahkan siswa dilarang jajaran di sekolah, siswa hanya diwajibkan bawa makanan sendiri, siswa wajib jaga jarak, bermasker dan cuci tangan. 


"Alhamdulillah hingga saat ini, PBM Tatap Muka hasilnya aman, Kasus Covid-19 tidak bertambah," kata Sudirman Bungi.


Sudirman Bungi menambahkan bahwa, dalam tiga Minggu terakhir ini, angka Kasus Covid-19 di Wilayah Sidrap sudah mencapai 95 persen sembuh. Sudah tidak ada lagi Pasien Covid-19 yang positif. Mudah-mudahan ini bisa dipertahankan terus. (red)