Iklan

Redaksi
Minggu, 13 Juni 2021, 17:17 WIB
Last Updated 2021-06-13T09:17:31Z
POLITIKREGIONAL

Tanya Soal Pilkada 2024, Menteri Pertahanan Siap Bertarung Kembali

Advertisement


LINTASNEWS.ONLINE, JAKARTA – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terang-terangan mengaku masih ingin maju dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang.


Hal itu dikatakan Prabowo Subianto dalam acara podcast dengan Deddy Corbuzier yang dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Minggu (13/6/2021).


Awalnya, Deddy menanyakan kepada Prabowo mengapa bersedia menjadi menteri. Padahal, Prabowo merupakan rival Presiden Jokowi pada Pilpres 2019.


Pertanyaan Deddy kemudian merembet ke soal pribadi Prabowo, seperti jam berapa tidur dan jam berapa bangun.


Deddy lantas menanyakan soal Pilpres 2024 mendatang, apakah Prabowo masih ingin maju menjadi calon presiden.



 

“Ya, itu nanti lah kita lihat gimana,” ucap Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini.


“Tapi masih mau dong pak?,” tanya Deddy.


Baca juga: Sebut Pajak Sembako Tak Masalah Diterapkan, Arief Poyuono: Bisa Membantu Petani


“Loh, kalau untuk mengabdi dan diberi kepercayaan, diberi kesempatan, kenapa tidak?,” jawab Prabowo.

 

Kendati demikian, banyak faktor yang harus diperhitungkan untuk maju kembali jadi calon presiden. Faktor dukungan, faktor macam-macam lah itu. Tahu aja kan Indonesia ini,” kata Prabowo.


Deddy mengatakan, Prabowo sudah memiliki segalanya untuk maju kembali jadi calon presiden 2024. 


"Dukungan ada, kendaraan politik ada, nama ada, apalagi coba?,” tanya Deddy lagi.


Prabowo menjawab bahwa dia butuh dukungan politik. Ia harus berkoalisi agar bisa menang.

 

“Kita kan gak bisa maju sendiri, harus ada teman, harus ada dukungan kiri kanan dan sebagainya. Benar gak? It’s not that easy, kita harus realistis,” kata Prabowo.

 

Deddy kembali bertanya apakah benar-benar ingin maju dalam Pilpres 2024.


“Tapi bapaknya masih mau kan?,” tanya Deddy


Semua orang yang cinta tanah air kalau diberi kesempatan untuk mengabdi, pasti mau. Dan kader-kader juga banyak. Nanti rakyat yang akan menentukan.


Deddy lantas menanyakan apakah Prabowo lebih setuju jika hanya dua calon presiden atau lebih.

 

“Saya okelah, tidak ada masalah, gimana sistem pada saat itu, gak ada masalah. Ujungnya kan nanti dua. Lebih efisien sih kalau dua pasangan,” tandas Prabowo. (fajar/red)