Iklan



Redaksi
Selasa, 24 Agustus 2021, 15:59 WIB
Last Updated 2021-08-24T08:02:51Z
REGIONAL

Bantu Korban Kebakaran, PMII Sidrap gelar aksi Penggalangan dana

Advertisement


LINTASNEWS.ONLINE, SIDRAP — Adanya musibah kebakaran yang terjadi pada Kamis 19 Agustus 2021 di Kelurahan Sidenreng Kecamatan Watang Sidenreng mengundang Keprihatinan dan empati Organisasi Kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sidrap.


Organisasi kemahasiswaan yang identik dengan almamater warna biru dan slogan ''Tangan Terkepal dan Maju ke Muka'' ini menggelar penggalangan dana di dua titik Aksi yaitu di Perempatan jalan Poros Parepare tepatnya di dekat Pos Polisi dan mesjid Agung Sidrap 



Koordinator aksi galang dana, Candra mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas  terhadap Wa' Sibe yang mengalami musibah kebakaran.



"Aksi ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap Wa Sibe yang mendapat musibah kebakaran beberapa waktu lalu agar dapat memberikan keringanan beban. Saat ini mereka sedang  membutuhkan bantuan dan perhatian dari berbagai pihak,,” ujar Koorlap Aksos itu



Ia mengajak masyarakat dapat bersama-sama membantu mengulurkan tangan untuk meringankan beban korban. Sebab, uluran tangan dari masyarakat sangat dibutuhkan bagi korban musibah kebakaran.



Ketua Formatur PMII Sidrap Hastari Hudri juga mengatakan dari aksi ini adalah bentuk kepedulian kami dan kami juga mengajak masyarakat untuk saling membantu sesama, sebab mereka juga saudara kita. Ini bentuk implementasi yang kami dapat dari Nilai Dasar Pergerakan (NDP) di PMII, yaitu Hablum minannas, kita diajarkan untuk bagaimana selalu peduli, tolong menolong, dan membantu meringankan beban dari yang sedang mengalami musibah lewat kontribusi nyata.



Kordinator Lapangan (Korlap), Candra menambahkan, untuk donasi yang didapatkan ini nantinya langsung diberikan kepada korban bencana musibah kebakaran.



Setelah selesai penggalangan dana tadi, kami langsung menuju lokasi kebakaran untuk menyalurkan bantuan.



Wa' Sibe Seorang yang dikenal sebagai Sanro Wanua oleh warga Kelurahan Sidenreng Kecamatan Watang Sidenreng, beliau sangat berterimakasih kepada PMII Sidrap karena telah membantu meringankan bebannya, saat di kunjungi Wa' Sibe banyak bercerita mulai dari sejarah Sidenreng Rappang, Nene Mallomo, bahkan dia bercerita tentang masa penjajahan Belanda, pada saat penjajahan Belanda beliau berumur 18 tahun. 



Terakhir Wa'sibe berpesan kepada kami bahwasanya Upasekko nak, narekko bunge massuko nak pole bolamu namakkalejjakeng i ajemu ri tanae sapui serremu wekka tellu Nappa Massalawako nak, insyallah salamako tu nak.