Iklan



Redaksi
Minggu, 22 Agustus 2021, 20:47 WIB
Last Updated 2021-08-22T12:47:29Z
DAERAH

IPMI Sidrap Bakorda Parepare Gelar Pelatihan Jurnalistik

Advertisement


LINTASNEWS. SIDRAP — Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (IPMI) Sidrap Badan Koordinasi Daerah (Bakorda) Parepare sukses melaksanakan kegiatan jurnalistik, bertempat di Aula SKPD Pemkab Sidrap, Minggu, 22 Agustus 2021.


Pelatihan jurnalistik tersebut diikuti sedikitnya 50 peserta dengan menghadirkan sejumlah pemateri yang berkompeten, antaranya, Edy Basri (Harian Fajar), Muh Tohir (Pijar), Muh Arief Arifin dan Saeful Arifin (MCTv Ajatappareng).


Adapun kegiatan itu dimoderatori oleh Arya Nugraha sekaligus bertindak selaku ketua panitia pelaksana.


Seperti biasa, kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut diawali dengan pembukaan. Acara itu dibuka oleh Kabid Kesenian IPMI Sidrap Pusat, Amien B. Mallongi.


Dalam sambutannya, Amien mengaku sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh IPMI Sidrap Bakorda Parepare itu.


“Kami dari IPMI Sidrap Pusat sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga kegiatan ini tidak hanya sekedar berjalan sukses, namun mampu memberi pengetahuan peserta di bidang jurnalistik,” harap Amien.


Sementara itu, Edy Basri dalam materinya memaparkan seputar tehnik menulis berita yang baik dan benar. Selain itu, Edy, begitu ia akrab disapa, juga memaparkan tehnik membuat tulisan feature


Edy yang kini berstatus wartawan utama dewan pers tersebut mengatakan, penulisan berita biasa dengan tulisan feature merupakan dua hal yang berbeda namun sama-sama merupakan produk jurnalis yang penting dipahami oleh seorang jurnalis.

Menurutnya, membuat berita itu tidak sulit, sepanjang penulisnya memperhatikan kaidah-kaidah penulisan berita yang telah ditentukan.


“Misalnya, sebelum membuat berita, jurnalis harus menentukan peristiwa, mencari sumber berita, wawancara lalu kemudian meramunya menjadi sebuah karya tulis,” ujar Edy.


Berita yang baik dan benar, kata Edy lagi, harus penting dan unik serta memiliki nilai berita. Berita yang ditulis juga harus memperhatikan unsur, struktur dan bentuk berita.


“Sepanjang itu dipedomani, niscaya apa yang ditulis pasti bagus dibaca. Ingat, berita itu sebaiknya aktual dan faktual. Tulisan harus menggambarkan apa yang didengar, dilihat dan dibaca, bukan apa yang ada di kepala saja, sebab itu bisa menjadi opini,” pesan Edy.


Untuk materi penulisan feature, Edy lebih menekankan pada aspek gaya menulis. Menurutnya, tulisan feature boleh cenderung mengabaikan unsur berita namun tidak boleh mengada-ngada.


Menurutnya, karakter tulisan feature cenderung menggugah perasaan pembacanya. “Karena itu, feature itu harus khas, berbeda dengan menulis berita biasa,” ujarnya (*)