Iklan



Fery Sirajuddin
Jumat, 27 Agustus 2021, 15:52 WIB
Last Updated 2021-08-28T12:06:41Z
DAERAHREGIONAL

Mayat Perempuan Ditemukan di Belakang Asrama Kodim 1420 Sidrap

Advertisement

 


LINTASNEWS.ONLINE, SIDRAP -- Pemuan sosok mayat perempuan di Kelurahan  Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Kamis, 26 Agustus 2021.


Mayat perempuan yang ditemukan di belakang asrama Kodim 1420 Sidrap bernama Nurhayati (62) yang merupakan istri dari almarhum Peltu Purn Abd Azis pensiunan Kodim 1420 Sidrap.


Kapolsek Maritenggae, AKP Muh Takdir mengatakan, kronologi penemuan mayat berawal saat keluarga almarhuma meminta personil unit Intel kodim 1420 Sidrap mengecek rumah almarhuma.


"Alasannya, sudah beberapa hari rumah yang ditempati korban dalam keadaan tertutup," ucapnya saat dihubungi, Jumat, 27 Agustus 2021.


Saat mendatangi rumah tersebut, kata AKP Muh Takdir mereka menemukan korban berada didalam WC dengan kondisi telungkup dan setelah diperiksa ternyata sudah meninggal dunia.


Mereka lalu menghubungi petugas kepolisian. Mengetahui hal itu, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi dan mengevakuasi mayat ke RSUD Nemal.


Dari hasil pemeriksaan medis ditemukan nampak lecet pada lutut kanan, lecet pada jari dan kaki kanan, bengkak pada lengan bawah tangan kiri.


Nampak pula dara pada telinga kanan dan bengkak pada pipi kanan, juga ada luka lecet pada lengan kanan atas dan nampak luka bergaris pada lengan kanan bagian luar.

 

Usai diperiksa, mayat di bawa kerumah duka di Kabupaten Wajo dengan menggunakan mobil ambulance.


Sementara itu, dari hasil introgasi pihak keluarga dan tetangga disebutkan bahwa almarhuma sudah lama menderita penyakit gangguan jiwa dan ditinggal sendiri dirumahnya. 


"Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ditubuh mayat tidak ditemukan adanya luka tanda kekerasan, dan adapun luka-luka hasil pemeriksaan medis diperkirakan karena Almarhuma terjatuh saat hendak masuk ke WC," ucapnya.


Disisi lain, pihak keluarga almarhuma menolak untuk dilakukan aoutopsi dan  menerima semua itu sebagai musibah. (Fery)