Iklan

Fery Sirajuddin
Senin, 01 November 2021, 14:02 WIB
Last Updated 2021-11-03T15:16:25Z
DAERAHREGIONAL

Kecurangan penerimaan CPNS Sidrap Harus Diusut Tuntas

Advertisement

 



LINTASNEWS.ONLINE,SIDRAP--Terkuaknya kecurangan tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Sidrap, Sulsel, mengundang kecaman dari berbagai elemen masyarakat.


Semuanya berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas secara transfaran oleh aparat, termasuk aktor intelektualnya serta panitia lokal yang ditengarai memiliki keterlibatan dalam meluluskan 62 peserta CPNS terindikasi curang yang ditemukan tim BKN Kanreg IV Makassar.


Menyikapi masalah ini, ratusan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidrap (UMS) melakukan aksi unjuk rasa (Unras) gabungan dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sidrap dari HIMAP dan HIMPOSIP, Senin (1/11/2021).


Ratusan mahasiswa tersebut memulai aksinya di bundaran kota Pangkajene yang diisi orasi sejumlah mahasiswa dan selanjutnya berjalan kaki menuju kantor DPRD Sidrap dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Sidrap.


Koordinator Lapangan (Koorlap), Sernandi yang juga Ketua Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik PC IMM Sidrap meminta agar kasus kecurangan penerimaan CPNS Sidrap diusut tuntas.


“Aparat harus mengusut tuntas aktor intelektualnya serta seluruh pihak yang terlibat melakukan konsfirasi melakukan kecurangan pada penerimaan CPNS tahun ini,”tegas Sernandi.


Pada aksi Unras ratusan mahasiswa itu, terdapat beberapa tuntutan poin yang tertulis dengan jelas di spanduk yang mereka bawa diantaranya, mendesak DPRD agar secepatnya melakukan hak interplasi sebagai fungsi pengawasan kepada pemerintah daerah.


Selain itu, ada pula spanduk yang bertuliskan paling ekstreem yaitu, “Rekrutmen CPNS model PKI gaya baru”.


Sekedar diketahui , salah satu PC yang dipakai peserta ujian CPNS dibawa ke Kanreg IV BKN Makassar untuk dilakukan forensik IT oleh Tim BSSN. Hasilnya ditemukan aplikasi remote Getscreen.me pada PC tersebut. Setelah dilakukan analisis melalui ML, terdapat 62 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan (*)