Iklan

Fery Sirajuddin
Kamis, 28 April 2022, 09:05 WIB
Last Updated 2022-04-28T01:05:59Z
DAERAHREGIONAL

Ratusan Personil Polres Sidrap Ikuti Tes Psikologi

Advertisement

 



LINTASNEWS.ONLINE, SIDRAP-- Untuk meminimalisir penyalahgunaan senjata api (senpi) oleh anggota Polri khususnya personel Polres Sidrap, Bag Sumda Polres Sidrap selaku bagian pembinaan personel yang di bantu Biro SDM Polda Sulsel melaksanakan tes psikologi bagi personel Polres Sidrap yang memegang senpi dan calon pemegang senpi di Aula SKPD Jalan gunung bawakaraeng, Kel. Batu Lappa, Kec. Watang Pulu, Kabupaten Sidrap. Rabu, (27/4/2022)


Kegiatan ini rutin di laksanakan dalam setiap Semester, tes psikologi ini menjadi tolak ukur bagi personel yang telah memegang maupun yang hendak mengajukan pinjam pakai senjata api organik polri. Dipimpin langsung Ketua tim (Katim) pelaksanaan tes yakni dari Biro SDM Polda Sulsel KOMPOL Andi Sirajuddin.


Kegiatan tersebut di pantau langsung oleh Kapolres Sidrap AKBP Ponco Indriyo, S.I.K., M.H., yang di wakili Wakapolres Sidrap KOMPOL H. Muhtar. SE Peserta tes psikologi terdiri dari personel Polres Sidrap beserta jajaran Polsek di Wilayah Hukum Polres Sidrap


Kapolres melalui Wakapolres menegaskan bahwa pinjam pakai dan penggunaan senpi di lingkungan Polres Sidrap harus sesuai prosedur, jangan sampai ada senjata beredar tanpa dokumen, apalagi sampai tanpa surat ijin atau senpi ilegal. Lengkapi kelengkapan administrasi, karena jika di temukan  anggota pemegang senpi yang tidak lengkap administrasinya akan saya tarik. Tegas Wakapolres.


“Setiap anggota pemegang senpi wajib mengikuti tahapan tes psikologi, meliputi tes tes kepribadian, tes WDWRT dan tes Kreaplin, untuk antisipasi jangan sampai senpi jatuh ke tangan yang salah, bagi anggota pemegang senpi harus lulus ujian,” Lanjut Wakapolres


Harapannya, dengan adanya pemeriksaan dari mulai administratif hingga tes psikologi ini dapat memberikan pemahaman terkait penggunaan senjata api di lingkungan Polres Sidrap, dan tidak ada penyalah gunaan senpi yang dapat merugikan institusi serta orang lain. "Tutupnya. (Fery)