Iklan

Fery Sirajuddin
Senin, 09 Mei 2022, 19:35 WIB
Last Updated 2022-05-10T03:54:52Z
DAERAHREGIONAL

Merasa Dipersulit,Dirut PT MZK Tak Jadi Menarik Uang dari Bank BRI Unit Koto Tangah

Advertisement



LINTASNEWS.ONLINE, KOTO TENGAH--Merasa dipersulit Direktur Utama PT MZK Tak Jadi menarik uang dari Bank BRI Unit Koto Tangah, pasalnya Handoko (Pimpinan Unit)  menuduh nasabah menuliskan sendiri tulisan "Tanda Tangan Berlaku Salah Satu Tanpa Cap" di halaman depan buku tabungan atas nama PT Mediatama Zeine Kutuby (PT MZK), Senin (9/5/2022). 


Tuduhan ini bermula ketika Direktur Utama PT MZK Martha Syaflina hendak menarik uang dari rekening BRI atas nama PT tersebut dan rencananya, setelah ditarik akan ditransfer ke wartawan yang bekerja di MZK News Sebab, itu uang jatah mereka selesai meliput berita.


Setelah mengantri di teller, teller sudah mengonfirmasi bahwa Martha harus menemui pimpinan sebab tulisan tersebut.


"Ibu ketemu pimpinan saya dulu saja, ya. Sebab, harus ada dua orang yang menarik ke bank ini," kata Teller bernama Diah.


Lebih lanjut, Martha mengatakan bahwa sebelumnya dia sudah pernah menarik dan transfer yang uang juga ke wartawannya di Bank BRI Unit Pasar Bawah Kota Bukittinggi. Hanya dimintai surat penunjukan rekening saja. Tanda tangan pun berlaku salah satu.


"Tapi, saya kemarin bisa menarik uang di BRI Pasar Bawah. Barusan saya cetak rekening koran juga di CS bank ini, bisa, kok. Kenapa di sini tidak bisa?" ujar Martha 


Teller BRI Koto Tangah tetap meminta Martha untuk bertemu pimpinannya di lantai atas. Pimpinan tersebut pun mengatakan hal yang sama kepada Martha.


"Ibu, ini kan, harus dua orang yang datang ke sini. Kalau tulisan ini, bisa saja Ibu yang tulis sendiri atau siapa pun," kata Pimpinan Bank tersebut.


Martha pun menjelaskan bahwa aturan Bank BRI di seluruh Indonesia itu sama. Lalu, ketika dia menarik uang di Bank BRI Pasar Bawah mudah saja bahkan dibantu.


"Oke, Pak. Saya tak usah menarik uang di sini. Saya tak pernah menuliskan ini. Tulisan ini ditulis oleh CS di tempat saya bikin rekening di Jogja. Aturan bank se-Indonesia kan sama saja, Pak," pungkas Martha sembari berlalu meninggalkan pimpinan tersebut. (*)