Iklan

Fery Sirajuddin
Senin, 05 September 2022, 20:03 WIB
Last Updated 2022-09-05T12:03:06Z
DAERAH

TNI-Polri Dikerahkan ke Lokasi Longsor Desa Leppangeng Sidrap

Advertisement

 


LINTASNEWS.ONLINE, SIDRAP -- Aparat TNI-Polri diturunkan kelokasi longsor di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, Senin, 5 September 2022.


Mereka diturunkan untuk membantu menyingkirkan material longsor yang menutupi badan jalan penghubung antar dusun diwilayah tersebut.


Kapolres Sidrap, AKBP Erwin Syah mengatakan, setelah mendapatkan informasi dirinya langsung memerintahkan personil kelokasi longsor.


"Disana, personil akan membantu warga untuk menyingkirkan material longsor dari badan jalan yang mengakibatkan 4 dusun terisolasi," ucapnya.


Disamping itu, personil Polres Sidrap juga disiagakan disekitar lokasi dan mengimbau warga untuk selalu waspada dengan longsor susulan karena curah hujan masih tinggi.


Sementara itu, Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf Dodi Nur Hidayat juga mengatakan, personil TNI juga telah dikerahkan ke lokasi longsor.


"Yah, anggota kami sudah ada dilokasi. Mereka bersama warga, pemerintah setempat dan Polri untuk menyingkirkan material longsor yang menutupi badan jalan," ucapnya.


Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap sebanyak 879 jiwa dari 211 Kepala Keluarga (KK) di empat dusun, Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, terisolasi akibat tanah longsor.


Empat dusun tersebut yakni Dusun Wala-Wala, Dusun Lumpingan, Dusun Lengke dan Dusun Rante Siwa.


Longsor yang terjadi, tepatnya di Bolapetti, Desa Leppangenge terjadi pada Minggu, 4 September 2022, sekitar pukul 17.30 wita. 


Longsor terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir. Ruas jalan penghubung antar dusun tertimbun materil longsor sepanjang kurang lebih 62 meter.


Sementara material longsor yang menutupi badan jalan antara 1 hingga 7 meter dengan lebar badan jalan yang tertimbun 4 hingga 6 meter.


Dari pantauan, kendaraan roda dua maupun empat tidak bisa keluar masuk ke pemukiman. Aktivitas warga lumpuh total.(Fers)