Iklan

 


Redaksi
Minggu, 04 Desember 2022, 12:54 WIB
Last Updated 2022-12-04T04:54:13Z
OPINI

Keteduhan Muktamar 15 As'adiyah 2022 dan Harapan Muktamirin


Sebuah Catatan Pinggir oleh Al Faqiir 

Wahidin Ar Raffany


Perhelatan paling akbar warga As'adiyah telah digelar dengan dibukanya secara resmi Muktamar As'adiyah ke-15 oleh Wakil Presiden RI Almukarram KH. Ma'ruf Amin sabtu 3 Desember 2022 di Lapangan Merdeka Kota Sengkang Kab. Wajo.


Seperti tulisan saya 2 hari yang lalu bahwa salah satu ukuran kebesaran As'adiyah dengan hadirnya Wakil Presiden kita (Almukarram KH. Maruf Amin) membuka secara resmi pagelaran akbar ini dan bersilaturahmi dengan para ulama yang lahir dari rahim As'adiyah. 


Dan ini pun menasbihkan bahwa kebesaran As'adiyah adalah salah satu barometer kekuatan Islam Indonesia Timur khususnya Sulawesi Selatan sebagaimana pengakuan Wapres dalam sambutannya.


Di saat pembukaan berlangsung sangat terasa keteduhan arena Muktamar. Berbeda dengan beberapa arena Musyawarah yang biasa saya hadiri, intrik politik para tim sukses nampak terbaca dan tak jarang mengumbar fitnah kebebcian demi untuk menggolkan calon usungannya. 


Sangat jauh berbeda dengan Muktamar 15 As'adiyah ini. Para peserta yang nerupakan alumni As'adiyah justeru sibuk bercengkrama bernostalgia dengan seangkatanya saat nyantri. Di mana-mana terlihat seragam alumni berbaur di lapangan merdeka dan nampaknya menegaskan diri mereka bahwa "Nahnu As'adiyuun" (kami adalah As'adiyah). 


Arena Muktamar ini juga memfasilitasi para alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) reuni sekaligus menyambung silaturrahim kembali seperti masa-masa kuliah dulu, karena rata-rata alumni As'adiyah memilih organisasi ekstra kampus ini sebagai wadah mengembangkan kapaditas diri mereka. Merekapun larut menikmati keteduhan Muktanar ini.


Dan saya pribadi merasakan puncak dari keteduhan itu saat Anregurutta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar memimpin kami berdoa, suasana henibg dan syahdu sangat terasa. Jangankan suara bising, tak satu pun suara yang terdengar kecuali sayup-sayup desahan kata amiin yang terucap dari ribuan peserta yang memadati lapangan merdeka mengaminkan doa Anregurutta yang dilantunkan dengan Bahasa Arab yang sangat fasih dan penuh ma'rifah.Di sini As'adiyah betul-betul memberikan uswatun hasanah yang patut ditiru ormas-ormas lain.


Tapi dibalik keteduhan arena Muktamar 15 ini terselip harapan besar dari para muktamirin tentang As'.adiyah di masa depan. 


Dari perbincangan saya dengan beberapa peserta khususnya dari luar Kab. Wajo termasuk diantaranya Cabang-cabang yang ada di luar Sulsel seperti Kalimantan, Papua dan Sumatera mereka berharap bahwa Pengurus Pusat yang akan terbentuk nantinya memberikan perhatian ekstra dalam membina Cabang-cabang sehingga As'adiyah di masa depan tidak hanya kelihatan kebesarannya di Pusat tetapi juga di daerah-daerah.


Keluhan mereka tentang kekurangan guru yang selama ini mereka rasakan sejak dulu bisa menjadi prioritas utama dalam pembinaan Pengurus Pusat. Dan mungkin itu bisa ditemukan solusi terbaik dalam arena Muktamar 15 yang penuh dengan keteduhan ini.


Cukup sekian catatan pinggir inii. Selamat bermuktamar dengan penuh hikmah. Dari tulisan singkat ini saya berdoa semoga As'adiyah sebagai salah satu PAKU BUMI di Indonesia bisa semakin maju dan menjadi rahmatan lil 'alamiin.


Wallahul Muwaffieq Ilaa Aqwamith Tharieq.

Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

Sengkang, 3 Nopember 2022.